fangirl update

check out kim bum’s latest looks!


OMG, OMG, OMG!!!!!!!!!!

gaah, i’ve forgotten how much i like this boy when i saw him for the first time in bof. can’t say how many times i squealed at his smiles… kyaaaaaa!!
his current project is a wednesday-thursday drama, the woman who still wants to marry (yes, right, those all 7 words are in the title). here, he plays a role as a 24 year old musician guy, ha min jae, who will be paired with 36 year old news reporter, lee shin young (played by park jin hee).

i’ve watched some flashes of a few k-dramas that use this kind of younger guy-older woman pairing, such as my name is kim sam soon, dal ja’s spring, and what’s up fox. have to say that dal ja’s spring still be the winner. i don’t know will TWWSWTM break the record or not but i can see that this pairing has their own potential.

i think this role fits him better than his previous role in bof. i mean, if i looked back at yi jung,

all i could see is a charming looking teenager, dressed in suits, and trying to sway older womans–totally unconvincing (for me, at least). i mean, of course he’s playing his age, but, compared with the other hyungs around him… well, he’s just cute, but the cassanova? ugh, i don’t think so…

and now,
don’t know, but i think i can see him as a 24 year old.
the haircut and the props sure are helping.
not to mention the fact that he’ll sing the ost of the series.

now, time for some squeals.


kyaaaaaaaa!!!!!!!

credit to:

dramabeans.com, ashtoh.wordpress.com, dramafever.com, and as tagged.

Advertisements

kampanye pemilu…

gak mau ngomong soal politik kok, toh aku gak ngedong juga

cuma mau komentar, kemaren itu, aku diajak ibuku ikutan kampanye partai sesuatu, dan yang bikin kaget, ternyata ada upahnya!!!!

dipikir-pikir, masuk akal juga sih, wong demo aja ada yang dibayar… tapi… aku baru tahu, kalo liat ada  acara rame-rame kampanye yang suka ditayangin di berita-berita itu bukan seratus persen para partisipannya aja yang ikut nonton dan sorak-sorak ya,

ternyata, demi uang beberapa puluh ribu… mereka rela panas-panasan, desek-desekan, ditingkahi musik dangdut…

astaga…

balik lagi, ke soal ajakan tadi, jelas lah, aku tolak,

soalnya, beberapa jam sebelumnya, di kelas mekanika teknik, dosenku udah wanti-wanti

pokoknya kalo saya sampe ketemu ada mahasiswa saya yang ikutan kampanye, bakal saya kasih nilai e nanti…

khekhekhe…

bicara soal kampanye dibayar

ternyta, tetangga-tetanggaku itu kebanyakan kalo ikutan kampanye emang cuma biar dapet imbalan

ada partai a orasi sambil bagi-bagi sembako, rame-rame ikutan

ada partai b kampanye bagi-bagi duit, berbondong-bondong ikutan

dan sebagainya…

ternyata…

omong-omong soal pemilu

udah pada tahu mau nyontreng apa?

bingung nih, banyak banget orangnya

kasihan para simbah-simbah yang penglihatannya udah gak oke…

bisa-bisa gak luber jurdil ntar…

aye-aye captain! (part2-end)


we are andreas faludi!
_dari pojok kanan bawah: mas jamel, mbak lulu, aku, (berdiri) sekar, sari, hendro, april, amek, asep, dhita, (atas) alifa_

cerita soal ospek memang gak pernah ada abisnya. sebanyak apapun kita udah ngalamin, tiap ospek tetep punya unforgettable moments-nya sendiri…
dulu, di sma, pertama kalinya seumur hidup, ngalamin yang namanya ospek dibentak-bentak, disuruh yang aneh-aneh, dikerjain, tugas seabrek-abrek sampe nginep-nginep, pokoknya the real ospek lah pplb di sma itu.
terus pas masuk kuliah, waktu beredar gosip yang ospek anak fakultas teknik tuh berat dan keras, sempet keder juga. dipikir-pikir memang masuk akal kalau ospek buat fakultas ini dibuat berat. secara kehidupan sehari-hari mereka kan berat juga. mana isinya juga memang kebanyakan cowok, jadi wajarlah… tapi tetep, dibandingin ospek sma, ospek fakultas mah lewat…
apalagi ospek jurusan kemaren ini. sebenernya, jurusan-jurusan lain udah pada ngadain ospeknya persis habis ospek fakultas, jadi sebelum puasa. tapi, berhubung kakak-kakak angkatanku kayanya lagi pada banyak urusan, jadi diundur sampai habis lebaran. tadinya sempet mikir juga sih, jangan-jangan, ospek jurusannya bakal berat nih, pake acara diundur abis puasa segala…
kenyataannya sama sekali gak. gak ada berat-beratnya. capek sih iya, begadang sih iya, tapi sama sekali no pressure. santai aja…
jadi ospeknya tuh namanya FASAD; forum keakraban archiplan dalam satu tekad. dinamain archiplan soalnya di jurusan arsitektur dan perencanaan memang ada dua prodi: arsitektur dan planologi (perencanaan wilayah dan kota, atau kita nyebutnya pwk aja). acaranya dari hari jumat (17okt) sampe minggu (19okt). tapi udah ada tm dari hari senin, tentang tugas-tugas pra ospek. kita dibagi-bagi jadi beberapa kelompok, rata-rata satu kelompok isinya lima/enam anak arsitektur, lima/enam anak pwk, dan dua pemandu dari angkatan ’07 (tapi dua anak pwk kelompokku kabur entah ke mana dua hari terakhir ospek). setelah, berunding singkat, diputuskan, secara sepihak, bahwa asep jadi ketua dan aku jadi bendahara (huahahaha, gak jelas banget…). terus ada pembagian tugas. tugasnya juga ada tiga macem, buat anak arsi sendiri, anak pwk sendiri, dan tugas kelompok plus bikin atribut.
sebenernya, tugas buat anak arsi gak gitu berat sih. tapi, berhubung kita kebanyakan wasting time dan ketiban sial melulu, tugasnya jadi gak selesai-selesai. sampe malu sama yang anak pwk. keliatannya aja tugasnya tuh banyakan mereka, tapi kok malah kita yang gak selesai-selesai. habisnya, waktu disuruh gambar sketsa jalan kita salah nangkep. harusnya sepanjang jalan kenangan itu dibagi rata buat enam anak arsi dalam satu kelompok, jadi tiap anak dapet satu lembar. tapi berhubung kita lebih mentingin ke-proporsional-itas-an, kita cuma bagi jadi empat lembar. jadi sehari sebelum ngumpulin tugas itu kita ngulangin dari awal, hehe…
tapi overall, tugas pra ospeknya beres sih, atribut berupa notebook dan name tag yang dibikin sesuka-suka itu bisa selesai, tugas individu juga tuntas, palingan cuma si asep aja yang disuruh ngulang. pokoknya aman deh…
selama ospek berjalan pun tak banyak halangan berarti…
hari ke dua jalan-jalan ke malioboro, ke pasar disuruh belanja aneh-aneh, panas-panas, pulangnya hampir kehujanan. gara-gara itu, april sakit…tapi gak parah sih, kayanya…
hari itu juga kita dikasih tugas buat besoknya, harus siap kostum buat besok kompakan sekelompok… tau-tau ada yang nyeletuk,‘gimana kalo pake kostum tahanan aja?’. dan entah gimana semuanya setuju aja (udah pada males mikir kali)…
maka malemnya… pada belanja kaos putih sama cat semprot buat bikin garis-garis tahanan itu. tadinya kirain mau beli kaos apaan, pake duit segitu. ternyata, apa coba, mereka beli kaos putih yang biasa dipake bapak-bapak buat daleman baju itu…!!! yang merk swan itu…!!!
sampe speechless
ya udahlah, mau gimana juga kaos itu udah harus jadi besok paginya. maka begadanglah kita (kita? mereka aja kali, gue enggak, hehe…) semaleman mengecat baju dengan cat semprot yang sialnya berwarna biru (yang item udah abis di tokonya), sembari berharap tidak turun hujan supaya besok paginya udah kering dan bisa dipake…
untungnya, besok paginya udah bisa dipake. begini ini nih, wujudnya, hasil kerja semalem suntuk…

_yang mana sih aku?_

dipake seharian, berlumur peluh dari berbagai macam kegiatan, outbond keliling kampus, ngesot sana-sini…
lalu hari itu kita juga ada lomba masak berbahan dasar jagung… kita (kita? mereka aja kali, gue enggak, hehe…lagi…) bikin lumpia isi jagung keju. entah judulnya apa, yang jelas, rasanya lumayan…

dan kata mbak lulu (pemanduku) paling duluan dihabisin sama ‘juri-juri‘nya…
lalu acaranya diakhiri dengan pensi…standar lah…
oh ya, pas hari terakhir yang disuruh pake kostum kelompok, ada kelompok yang ceritanya jadi korban kecelakaan…terus ada yang pake kostum pocong…mirip banget sama aslinya…keren…

yang bikin penasaran nih, apa emang pocong jaman sekarang suka bergaya yah? pake jam tangan segala…

_photos by hpnya amek

the chronicles of lebaran

inilah misteri tak terduga yang senantiasa menderaku tiap tahunnya. mengenai betapa niat yang baik tak selalu diiringi jalan yang mulus. sungguh sebuah ironi ketika orang yang ingin berbuat baik justru menderita di tengah jalan (cailaah, bahasanya, kebanyakan baca laskar pelangi nih!). inilah kenyataan pahit yang harus kukecap, yang entah karena kebetulan macam apa, ada saja hubungannya dengan even akbar tahunan: lebaran.
mari kita flashback beberapa tahun. seingatku, rentetannya dimulai dua tahun lalu, ramadhan pas aku kelas dua sma. malam itu malam takbiran, seharusnya jadi malam yang syahdu ditingkahi kumandang takbir yang diseru segenap muslimin dan muslimah, tua maupun muda, di seluruh penjuru negeri. niatku sebenarnya sederhana saja seperti tahun-tahun sebelumnya: mengiringi anak-anak kecil di kampungku bertakbir keliling.
ini bukan hipos atau sok puitis, tapi pada dasarnya aku memang selalu senang mendengar gema suara takbir seperti ini setiap tahunnya. menutku even semacam takbir keliling seperti ini memang benar-benar pas untuk menyambut hari raya. benar-benar menggambarkan kegembiraan yang meruah atas kemenangan kita, kemenangan melawan musuh terberat kita: diri kita sendiri, yang dicokoli segala hawa nafsu dan emosi. senang mendengar riuhnya anak-anak kecil mengumandangkan seruan takbir, yang entah mereka pahami benar makananya atau tidak. yang penting bagi mereka adalah meneguhkan diri menyandang oncor dan segala macam lampion; dari yang berbentuk masjid berhias lampu warna-warni sampai onta raksasa yang benar-benar ditunggangi orang sungguhan (yang satu ini biasanya diletakkan di atas gerobak dan didorong/ditarik oleh para remaja atau orang-orang dewasa), dan berseru sesemangat mungkin mengumandangkan takbir, supaya gerombolannya memenangkan lomba takbir keliling. senang melihat antusiasme orang-orang menyambut hari raya berjejalan menontoni kami dari pinggiran jalan. senang mengetahui bahwa semangat kami tak pernah surut untuk melestarikan even tahunan penuh keriaan ini, betapapun sulitnya medan yang harus kami lewati, betapa pun ruwet dan ribetnya (karena jalanan macet) rute yang harus kami lalui, betapa pun tak bersabatnya cuaca. sekali senang, tetap senang, senang, senang.

Allahuakbar, Allahuakbar,
Laailaha ilallahu allahu akbar,
Allahuakbar, walillahilhamd…

Allah Mahabesar, Allah Mahabesar,
Tiada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar,
Allah Mahabesar, dan segala puji hanya milik Allah…

benar-benar bikin merinding ya? kenyataannya, malam itu aku memang merinding betulan. bukaaan, bukan karena meresapi makna kalimat itu, tapi karena di tengah jalan badanku mendadak meriang.
aku tahu, badanku memang gak beres dan gampang sakit karena aku sering malas makan, terutama kalau gak suka lauknya ;p. dan kalau sakit datangnya memang suka dadakan dan di saat-saat tak diinginkan (kalau pas butuh banget alasan, badan malah segar bugar sehat wal afiat). tak terkecuali malam itu, saat aku dengan niatan tulus ikhlas (ho-o po? tenane…) berangkat dari rumah untuk menempuh ritual tahunan itu. tahu-tahu, belum juga sampai setengah rute, mataku berkunang-kunang dan tulang-tulangku rasanya mau mrotoli. untungnyaaa, masih bisa jalan terus sampai selesai. kalau gak, bisa mati malu kalau besoknya tersebar berita ada cewek pingsan karena gak kuat jalan mengiringi takbir keliling anak-anak di kampungnya.
besoknya, pas lebaran, pas mau berangkat mudik, baru terkuaklah misteri sebenarnya. penyakit macam apa yang tega mendera diri insan fitri yang baru saja merasa dirinya meraih kemenangan di hari raya itu. penyakit itu adalah yang dulu sempat mewabah dan menimbulkan kehebohan besar di seluruh dunia akibat banyaknya korban jiwa yang diakibatkannya. meskipun demikian kini telah ditemukan vaksinnya dan bahkan telah sejak lama negeri ini dicanangkan bebas dari ancamannya. tak lain tak bukan adalah varicella, alias cacar air, atau lebih kukenal sebagai: cangkrangen. ketularan siapa lagi kalau bukan makhluk tengil yang entah bagaimana ditakdirkan sebagai adikku itu.
sudah jadi kepercayaan turun-temurun di daerahku, kalau orang memang harus kena cacar sekali seumur hidup agar bisa kebal terhadapnya. sekali kena, gak bakal bisa ketularan lagi. kebanyakan orang bilang, semakin muda usia saat dia kena cacar, semakin baik, karena tak terasa sakitnya (beberapa tahun kemudian aku baru menyadari ketololan kalimat terakhir ini dan merasa bodoh karena percaya). waktu makhluk tengil itu sakit pas bulan ramadhan, aku sih santai-santai saja karena ibu bilang aku pernah kena cacar waktu masih bayi. nyatanya?
sampai sekarang aku tak pernah tahu, ibuku yang bohong atau tubuhku yang mengalami anomali. yang manapun yang benar toh gak penting juga. yang jelas. kena penyakit semacam ini di saat yang seharusnya jadi momen perayaan yang sudah lama ditunggu, deritanya jadi terasa berlipat.
apalagi mami dan babe tercinta keukeuh memaksaku tetap ikut mudik ke purworejo, walau dengan keadaan memalukan dan agak membahayakan orang lain ini. di mana-mana orang kalau sakit macam ini disuruh tinggal saja dirumah kan? diam di kamar, bahkan tak usah mandi, biar cepat sembuh dan tak menulari yang lain.
karena jengkel plus badan yang ngilu semua, aku jadi uring-uringan di sana. iyalah, tiap hari harus menghadapi ledekan sepupu-sepupu dan segenap handai taulan yang datang berkunjung ke rumah simbah. aku pun ngambek, gak mau keluar kamar, gak mau makan kecuali roti buat minum obat–perlu dicatat bahwa cacarku ini juga menyebar sampai tenggorokan, entah bagaimana, pokoknya rasanya perih buat makan.
akibatnya-untuk yang pertama kali seumur hidupku-aku pingsan di suatu pagi. sodara-sodara bilang tingkahku menyeramkan. aku merosot di kusen pintu sambil mendelik-mendelik. kenyataannya yang aku rasakan adalah, kepalaku pusing, pandanganku mengabur sampai akhirnya gelap total, padahal aku yakin aku masih sadar seratus persen. aku mendelik-mendelik karena aku panik, yang terburuk terlintas di kepalaku-bodohnya–adalah aku mendadak buta karena cacarnya merambat sampai ke mata (kalau merambat sampai tenggorokan saja bisa, kenapa gak mata juga?).
parah banget deh, ya sakitnya, ya malunya.
syukurnya cacarku ini hampir tak berbekas kecuali satu di pipi kanan dan beberapa di bagian yang tertutup, seperti di punggung. hikmahnya apa ya?
yah paling gak, aku bisa bersyukur karena aku cuma jadi buruk rupa sementara karena cacar. sementara pada saat yang bersamaan, salah seorang saudara jauhku jadi buruk rupa permanen karena tubuhnya terbakar, bahkan tak lama kemudian akhirnya dia meninggal. seram juga. semoga, semoga nasibku tidak setragis itu. alhamdulillah, sakitku masih tergolong bisa sembuh, hampir seperti semula malah.
next: mami sakit dan another ‘ashaming disease’.

bbm naik (lagi)

tenaaang, tenaaang, ini bukan mau ngomong politik atau market review dan semacamnya. anggaplah ini celoteh akar rumput… (halah). jadi, berhubung bbm kemaren ini naiknya dadakan–katanya kan mau naiknya tanggal 1 juni–jadinya babe aye belum beli bensin pas tanggal 23 kemaren, padahal jarum indikator (motornya masih jadul, jadi indikatornya belom digital) udah menunjuk ‘red area’. we lha, besoknya nonton berita kok udah naik jadi 6000. ya uwislah…nasib.

haah, kalo udah begini emang kita bisanya cuma menghela napas aja. abis, mau demo sampe jontrot juga kagak ada gunanya kan? mana tarif angkot juga dinaikin secara sepihak sama kernetnya. emang sih, kasian para kroni angkot itu, tapi gak bisa gitu juga dong, kan belum ada PP-nya…kasian kita-kita ini juga, para pelajar tunas bangsa yang jatahnya juga pas-pasan…

repoot emang, bbm doang yang naik, semua ikut repot, tapi, seperti kata mami, “…palingan juga ributnya sekarang-sekarang ini aja, lama-lama juga reda sendiri, habisnya mau gimana lagi?”

ya, emang mau gimana lagi?

kalo kata babe sih, “…minta dicekik itu si j**** k****,”

huehuehue, maap ye, kalo ada yang tersinggung, kagak ada maksud…

susahnya nguber piala thomas dan uber 2008

logoakhirnya cukup sampai di sini sepak terjang tim thomas-uber indonesia tahun ini. tim thomas indonesia harus menyerah 3-0 lawan korea dan tim uber harus kalah 3-0 dari china. padahal tim thomas udah sampai semifinal dan tim uber udah sampai final(!!!!!!!—pertama kalinya sejak sepuluh tahun lalu). meski udah melampaui target mereka tahun ini (tim uber-nya, kalo thomas-nya sih gagal sampe final…), kenyataan ini sedikit banyak tetep membikin kita menghela napas, “yaaah… padahal tinggal selangkah lagi…”

markis-setiawantapi emang gak bisa disangkal sih, kemampuan lawan emang paten. kita ngomongin thomas dulu ya. biarpun pemain-pemain indonesia top-nya udah gak perlu diraguin lagi–terbukti dari peringkat-peringkat bwf-nya yang rata-rata sepuluh besar dunia—tapi kualitas lawan kayanya emang selalu sejengkal di atas mereka. selain itu, kasarannya nih, kalo menurut ‘pengamatan orang awam’-ku, pemain-pemain tim indonesia, kaya taufik sama sony, kayanya, entah kenapa, gak pol-polan menunjukkan kemampuan mereka. makanya, tiap kali nonton bawaannya gemes melulu, “ayoooo taufiiiiik, mana smash-nyaaaaa?” (ngomong-nya ala iklan rokok yang logonya bintang itu). giliran mereka semangatnya pol-polan, eeh, malah jadi banyak fault-nya, nambah skor buat tim lawan deeeh…

park siapa gitu begitupun waktu lawan korea. disandingin sama pemain kidal, lee hyun il, taufik keliatan kebawa sama cool-nya permainan cowok yang mukanya polos itu. dan kayanya dia jadi lupa kalo dia harus nyerang buat dapet angka, yang ada malah mbikin reli-reli panjang yang me-lengah-kan, dan dia jadi kurang waspada (ceilaaah, ngomongnya udah berasa komentator badminton beneran aja…). naah, kalo si sony nih, yaah, lumayan lah, paling enggak si park sung hwan enggak menang mudah, harus gencet-gencetan lewat rubber set dulu nih. sama halnya dengan markis kido-hendra setiawan, ganda putra peringkat satu dunia punya indonesia, enggak mau menyerah gitu aja waktu harus melawan lee young dae-jung jae sung. biarpun sebenernya rada penasaran juga nih gimana mereka bisa kalah, ya ampun, diliat dari peringkatnya aja kan udah jelas lebih tinggi toh daripada manusia-manusia korea itu? (tanya kenapa?)

tapi nonton final piala thomas kemaren lumayan seru juga. walaupun kalo indonesia ikut pasti bakallan lebih heboh lagi (suporternya). ternyata emang dasarnya kualitas pemain korea tuh gak bisa dipandang sebelah mata. china pun gak bisa dengan mudahnya merebut kemenangan dari mereka. paling gak korea sempet menang satu kali, waktu lee young dae-jung jae sung berhadapan dengan fu hai feng-cu yan. yang paling seru waktu nonton partai tunggal kedua lee hyun il-bao cun lai, kidal vs kidal nih. luar biasa, bener-bener pertandingan kelas dunia. bao cun lai pun harus bersabar demi meraih kemenangan tipis 28-26, yang jadi nilai kemenangan terbanyak sejauh perebutan piala thomas dan uber tahun ini. bener-bener deuce terbanyak yang pernah kulihat, secara aku juga jarang nonton badminton sih, sebenernya.
tim uberudah ah, daripada makin membual sok tahu, kita ngomongin yang pasti-pasti aja deh. yang pasti, walaupun aku gak pernah ngikutin thomas-uber-cup yang tahun-tahun lalu, usaha tim indonesia tahun ini jelas patut diacungin empat jempol—dua buat tim putra dan dua buat tim putri. apalagi tim putri yang dengan gak terduga berhasil melejit sampai final. permainan mereka emang oke-punya (walah, bahasa jaman kapan kuwi). aku paling suka kalo ngeliat pia zebaidah atau ganda greysia polii-jo novita. mereka tuh masih muda tapi gak kalah-kalah banget gitu kualitasnya dibandingin sama yang lebih senior. meski pas final mereka belum sempet main, tapi di babak-babak sebelumnya permainan mereka keren banget. di luar urusan permainan, aku suka banget sama tingkahnya greysia polii yang iseng dan gokil abis. sayang waktu kemarin final aku gak nonton sampai tuntas soalnya udah denger teriakan-teriakan kecewa yang memedihkan hati dari ruang tv jadinya aku males nonton. kata temenku si greysia ‘bertingkah’ lagi, yaaah… gak liat deh.tapi gak pa-pa juga sih, enggak menang. secara lawannya china getooh. paling gak kita kan enggak menang mudah. ganda lilyana natsir-vita marissa malah sempet ‘maksa’ rubber set pas lawan ganda putri peringkat satu dunia, yang wei-zhang jie wen.
yang namanya menang-kalah itu pasti ada waktunya lah. lagian, gak selamanya juga kan tim china bakal selalu jadi juara? mungkin emang belum waktunya aja indonesia menang. masih banyak kesempatan, walaupun jadi juara itu emang gak gampang. mungkin timindonesia memang masih harus belajar lebih banyak lagi biar bener-bener bisa jadi top of the top. makanya, kita harus dukung terus dunia per-olahraga-an indonesia, supaya bisa melahirkan jawara-jawara tingkat dunia. mungkin kamu, the next indonesian badminton hero? who knows?

ayoo!!! ayoo!!! go indonesia!!!
indonesia! (prokprok-prokprok-prok!)
indonesia! (prokprok-prokprok-prok!)
indonesia! (prokprok-prokprok-prok!)

nb: ada yang punya mp3 atau lirik lagunya coklat yang jadi soundtracknya piala thomas-uber tahun ini gak? kalo iya, bagi-bagi dong…

nb lagi: kalo ada yang sampai repot-repot heran kenapa tiga tulisan terakhir tanggalnya sama, makasih ya. jarang-jarang ada yang merhatiin sampai segitunya. jangan-jangan malah beneran gak sadar ya? aah, sadar gak sadar nih, emang bener tulisan-tulisan ini di-post-in pada hari yang sama. habis kemaren-kemaren ini lagi males ke warnet sih. mohon maklum, gak punya koneksi internet pribadi soalnya, hehhehhehheh…..

photo sources: beberapa dari okezone.com, sisanya dari koran online yang–beg your apologize–lupa alamatnya…

akhirnya ada yang asik dinaikin

yupz! sekarang gak cuman jakarte aja yang bisa nyombongin transjakartanya (yang kemaren sempet ada salah satu armadanya terbakar gara-gara tabung gas-nya meledak), jogja juga udah punya jeunngg! namanya transjogja.

bis-transjogja.jpg

rutenya rada gile sih, abisnya mau pulang ke rumahku (daerah jokteng) dari sekolahku (daerah kotabaru) musti muteeeeer dulu lewat jembatan layang, terus lewat daerah gembiraloka, lewat tungkak, baru deh nyampe jokteng wetan. biar capek muternya,tapi berkat kondisi bisnya yang masih bagus (ya iyalah, secara masih baru), dan ber-ac, dan kadang-kadang pas transit di shelter terus disemprotin semacam pengharum ruangan bau citrus gitu, jadi gak kerasa seneb harus berdiri sepanjang jalan, berjejalan dengan anak-anak sekolahan lain yang cuma mau coba-coba naik aja tanpa tujuan yang jelas. yaah, mumpung kali ya, masih seribu sekali jalan, selama masa promosi.

selain itu, busnya juga ramah buat difable. kaya waktu aku naik kemaren, ada bapak-bapak tunanetra yang naik juga. berhubung di tiap bis ada ‘kenek’nya yang baik dan gak suka teriak-teriak kaya yang di bus umum, jadi ada yang nuntun si bapak buat turun di shelter yang bener. selain itu karena keneknya cewek jadi lebih nyaman soalnya relatif lebih gak bau keringat. dan karena udah bayar di shelter, di bus udah gak usah repot ngerogoh-rogoh tas lagi buat bayar. terus, karena nggak kejar setoran jadi supirnya nggak salip-salipan, naiknya jadi relatif lebih nyaman, gak kejedot-jedot. ssssttt, tau gak sih, denger-denger yang jadi sopir bus transjogja tuh dijanjiin gaji 2juta sebulan boo!

buat yang mau naik juga, ada rutenya nih,

Rute Trayek bis Trans Jogja

Trayek 1A : Terminal Prambanan – Bandara Adisucipto – Stasiun Tugu – Malioboro – JEC
Terminal Prambanan – S5. Kalasan – Bandara Adisucipto – S3. Maguwoharjo – Janti (bawah) – S3. UIN Kalijaga – S4. Demangan – S4. Gramedia – S4. Tugu – Stasiun Tugu – Malioboro – S4. Kantor Pos Besar – S4. Gondomanan – S4. Pasar Sentul – S4. SGM – Gembira Loka – S4. Babadan Gedongkuning – JEC – S4. Blok O – Janti (atas) – S3. Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – S5. Kalasan – Terminal Prambanan.

Trayek 1B : Terminal Prambanan – Bandara Adisucipto – JEC – Kantor Pos Besar – Pingit – UGM
Terminal Prambanan – S5. Kalasan – Bandara Adisucipto – S3. Maguwoharjo – Janti (lewat bawah) – S4. Blok O – JEC – S4. Babadan Gedongkuning – Gembira Loka – S4. SGM – S4. Pasar Sentul – S4. Gondomanan – S4. Kantor Pos Besar – S3. RS.PKU Muhammadiyah – S3. Pasar Kembang – S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S4. Gramedia – Bundaran UGM – S3. Colombo – S4. Demangan – S3. UIN Sunan Kalijaga – Janti – S3. Maguwoharjo – Bandra Adisucipto – S5. Kalasan – Terminal Prambanan.

Trayek 2A : Terminal Jombor – Malioboro – Basen – Kridosono – UGM – Terminal Condong Catur
Terminal Jombor – S4. Monjali – S4. Tugu – Stasiun Tugu – Malioboro – S4. Kantor Pos Besar – S4. Gondomanan – S4. Jokteng Wetan – S4. Tungkak – S4. Gambiran – S3 . Basen – S4. Rejowinangun – S4. Babadan Gedongkuning – Gembira Loka – S4. SGM – S3. Cendana – S4. Mandala Krida – S4. Gayam – Flyover Lempuyangan – Kridosono – S4. Duta Wacana – S4. Galeria – S4. Gramedia – Bunderan UGM – S3. Colombo – Terminal Condongcatur – S4. Kentungan – S4. Monjali – Terminal Jombor.

Trayek 2B : Terminal Jombor – Termina Condongcatur – UGM – Kridosono – Basen – Kantor Pos Besar – Wirobrajan – Pingit
Terminal Jombor – S4. Monjali – S4. Kentungan – Terminal Condong Catur – S3. Colombo – Bundaran UGM – S4. Gramedia – Kridosono – S4. Duta Wacana – Fly-over Lempuyangan – S4. Gayam – S4. Mandala Krida – S3. Cendana – S4. SGM – Gembiraloka– S4. Babadan Gedongkuning – S4. Rejowinangun – S3. Basen – S4.Tungkak – S4. Joktengwetan – S4. Gondomanan – S4. Kantor Pos Besar – S3. RS PKU Muhammadiyah – S4. Ngabean – S4. Wirobrajan – S3. BPK – S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S4. Monjali – Terminal Jombor.

Trayek 3A : Terminal Giwangan – Kotagede – Bandara Adisucipto – Ringroad Utara – MM UGM – Pingit – Malioboro – Jokteng Kulon
Terminal Giwangan – S4. Tegalgendu – S3. HS-Silver – Jl. Nyi Pembayun – S3. Pegadaian Kotagede – S3. Basen – S4. Rejowinangun – S4. Babadan Gedongkuning – JEC – S4. Blok O – Janti (lewat atas) – S3. Janti – S3. Maguwoharjo – Bandara ADISUCIPTO – S3. Maguwoharjo – Ringroad Utara – Terminal Condongcatur – S4. Kentungan – S4. MM UGM – S4. MirotaKampus – S3. Gondolayu – S4. Tugu – S4. Pingit – Bundaran SAMSAT – S4. Badran – S3. PasarKembang – Stasiun TUGU – Malioboro – S4. Kantor Pos Besar – S3. RS PKU Muhammadiyah – S4. Ngabean – S4. Jokteng Kulon – S4. Plengkung Gading – S4. Jokteng Wetan – S4. Tungkak – S4.Wirosaban – S4. Tegalgendu – Terminal Giwangan.

Trayek 3B : Terminal Giwangan – Jokteng Kulon – Pingit – MM UGM – Ring Road Utara – Bandara Adisuciptp – Kotagede
Terminal Giwangan – S4. Tegalgendu – S4. Wirosaban – S4. Tungkak – S4.Jokteng Wetan – S4. Plengkung Gading – S4. JoktengKulon – S4. Ngabean – S3. RS PKU Muhammadiyah – S3. Pasar Kembang – S4. Badran – Bundaran SAMSAT – S4. Pingit – S4. Tugu – S3. Gondolayu – S4. Mirota Kampus – S4. MM UGM – S4. Kentungan – Terminal Condong Catur – Ringroad Utara – S3. Maguwoharjo – Bandara Adisucipto – S3. Maguwoharjo – JANTI (lewat bawah) – S4. Blok O – JEC – S4. Babadan Gedongkuning – S4. Rejowinangun – S3. Basen – S3. Pegadaian Kotagede – Jl.Nyi Pembayun – S3. HS-Silver – S4. Tegalgendu – Terminal Giwangan.

(ngopi dari halaman wordpress.com/tag/jogja/)

sekarang keliling jogja jadi lebih nyaman deh.