oh astaga, nasib anak kuliahan

hauuu, grau-grauuuu…

sebal

inilah tahapan pendididkan paling gak diplomatis, menurutku

maksudku, oke, kita memang dibebasin milih mata kuliah dan segala macem, boleh bolos–asal presensi masih 70%, boleh pake kaos, sandal, sesuka-suka

tapi justru karena itu, gak ada aturan pasti dan batasan yang jelas mengenai apa yang boleh, apa yang enggak. semua tergantung suasana hati, dalam hal ini, dosen.

haiya, jaman s3 dulu–sd, smp, sma–semua ada aturannya, jelas. soal tata tertib, aturan tugas-tugas, gak ada yang ambigu. kalo gak boleh telat, ya gak boleh. tugas dikumpulin hari ini, ya hari ini.

tapi, sekarang…

jadi begini ceritanya,

suatu hari rabu yang tidak cerah ceria–karena tugas sebelumnya belum kelar tapi terpaksanya dikumpulin karena udah males nglanjutin– di ruang studio, seorang dosen memberikan penjelasan mengenai tugas yang harus dikerjakan selama 2 minggu ke depan. tugasnya ialah membuat desain sebuah shelter pengungsian dengan tor bla-bla-bla. intinya meski itu sebuah rumah pengungsian yang sifatnya cuma semi-permanen, tetap harus memperhatikan estetika dan sejenisnyaaa….

lalu

pada hari jumat, hari braistorming alias nyari konsep, paknya mengajukan sedikit sekali usulan dalam bimbingan singkatnya

salah satunya yang paling kuingat

…segitiga, segitiga adalah bentuk yang paling stabil dan paling simpel. buatlah dari bentuk dasar segitiga…

dan ada juga ini

…pokoknya kalau kalian mau buat yang gampang-gampang sajalah, yang bahannya mudah didapat. lagipula ini kan konteksnya dalam keadaan bencana, mana mungkin orang bisa dapat fiber atau polikarbonat dalam keadaan darurat…

maka kamipun mulai melamun mencari ide…

ngggnggg…

hmmm…

apa yaaa???

hari rabunya kami datang dengan konsep masing-masing, ada yang masih berupa sketsa, ada yang sudah berupa maket kasar…

lalu paknya masuk studio

gimana? tanya beliau, lalu kami masing-masing presentasi…

stefani: saya buat begini pak (sembari menunjukkan maket berupa kerangka berbentuk tenda ala indian dari tusuk sate, limas segi delapan)

bla-bla-bla…

paknya: wah, ndak bisa itu, terlalu rumit… (dan menjelaskan berbagai alasan, memberi contoh sederhana seperti rumah kecil seperti pos ronda)

anggi: kalau saya begini pak…(menunjukkan sketsa bangunan berbentuk tabung dibelah membujur lalu dibaringkan)…

bla-bla-bla…

paknya: waah, ini konstruksinya ndak bener ini…(memberikan berbagai macam alasan, dan contoh alternatif yang sama dengan yang diberikan pada stef)

dan beitu seterusnya, berlanjut pada seluruh anggota kelompok studioku, temasuk padaku, yang hanya menunjukkan maket sederhana berbentuk tenda konvensional yang terdiri dari dua buah bambu yang disilangkan membentuk dome), dibilang apa? yap, telalu rumit.

kami sekelompok cuma bisa melongo-mengangguk-angguk, anggi sempet ngeyel sih, tapi paknya malah dengan pedasnya bilang,

…nggak bisa, itu logikanya nggak masuk. coba kamu benerin dulu, logikamu itu…

zzzzz….

intinya adalah, paknya menginstruksikan kami untuk membuat bentuk-bentuk sederhana yang mudah dibuat, bahannya mudah didapat, gak neko-neko.

yang hanya bisa membuat kami sekelompok gigit jari, sementara anak-anak kelompok lain dengan sukaria sedang mengerjakan maket yamg bentuknya lucu-lucu dan unik-unik dan inovatif dan progresif dan dinamis dan kreatif dan sebagainya…

kami harus kembali temangu-mangu memikirkan konsep baru…

alhasil kami sekelompok membuat maket sejenis, setipe, sewarna,

semuanya berbentuk seperti rumah konvensional

meskipun ada juga yang agak bagus

tapi bukan aku, jelas…

punyaku malah dibilang kayak rumah jangkrik sama ibuku sendiri…

hiks… T_T

sebegitu parahnya kreativitasku…

ini adalah bukti nyata bahwa arsitektur itu relatif

semoga kelak aku lebih bisa menerima kenyataan ini dengan legowo… bahwa gak semua orang punya selera yang sama… tingkat pemahaman yang sama…

____kok tulisanku gak nyambung ya?

mbuhlah… maklum, habis begadangan semalam, tidur jam empat…

nyawa agak mengambang…

update kilat

nanana…
seorang teman menyuruhku
mengupdate blog
saking malasnya diriku
ke mana saja diriku?
entah
sepertinya sibuk juga enggak
entahlah…
mungkin bosan
oleh karena maka dari itu
kucoba hal yang baru
tadaaaaa…!!!
theme baru…
semoga bisa memperbaharui mood-ku
termasuk memperbaharui kemampuan otak
ip semester lalu sungguh menyedihkan
tak mau terulang lagi
doakan aku ya, kawan!!!
ku-amin-i dari sini
terima kasih banyak-banyak buat yang sudah mau repot-repot…