Posts Tagged ‘sistem pendidikan’

h1

(need) a lotta hardwork (part 2)

May 20, 2008

lanjuuut. hari berikutnya adalah mata ujian bahasa inggris. gak susah-susah amat sih. beberapa hari sebelumnya kita udah disuruh cari partner buat bikin dialog. ada bermacam tema yang tersedia kebanyakan pada milih global warming soalnya materinya sama kaya yang dipake buat ujian bahasa indonesia, jadinya sekali dayung gitu deh. tapi aku lain dong. aku sama si aming milih “how to improve education in our country”. buset dah, mentereng gitu kedengarannya. kita aja tadinya sempet ragu, soalnya kayanya berat amat gitu materi kita, masalah sistem pendidikan dan semacam itulah. akhirnya kita pangkas urusan sistem pendidikan yang mbulet itu, diganti deh, jadinya begini nih, cuplikannya:


aming (T) : Maybe that’s the mistake in our educational system, too enthusiasthic in increasing the standard. If we compare it with the educational system in the other countries, they concern more in covering the concept and matter.
aku (F) : Oh yeah, I thought I’ve ever heard that in USA, which we know is a superpower country with good educational system, the students allowed to choose the subject which they want to learn besides they also have a few compulsory subjects.
T : And I also heard that they have a lot of scientific projects, and they also given a lot of tasks such as essay and journal. So they can have a better understanding in the concept, and they can use it properly in the daily life.
F : Well, that sounds good. But actually, I personally think that it would be hard and tiring and boring if the teacher gave me such a lot of tasks.
T : Yes, that’s what I and maybe most of Indonesian students think so.
F : So, maybe that’s the problem. Mavbe we just have a wrong paradigma about the purpose of education. All this time, we just think to get good marks by doing exercise in try out and anything such like that.
T : And we forget to cover the basic concept, that’s the point. And I’ve just realized that we used to think thad education is just a duty, not a necessary for us.
F : That’s right! That’s why we felt so depressed and not enjoy studying. Since I was child until now, I’ve been always thinking that the studying activity is so boring and tiring. You know, sometimes I just want to throw all of that formulas, principes, and laws to the dustbin. I never really sure whether they would be really useful in our daily life.
T : I think so. Then we must change our paradigma. We must think that, we need to study, not we have to study. If we use this princip, I believe that we will have more interest in studying, and then we will a have better understanding.

yeah. rada maksa gitu deh, abis kemampuan bahasa inggris kita juga cetek aja. sama-sama payahnya. padahal dialog yang kita buat itu pendek banget. tadinya disuruh bikin yang durasinya 7 menitan, tapi yang kita bikin cuma sekitar 4 menit. dan sependek itupun pake acara lupa segala. maklumlah, grogian, hehehe…
the next day, bahasa indonesia. rasanya gondok banget, esai tentang global warming yang udah dibuat dengan susah payah–seteliti mungkin habisnya kan ujian bahasa indonesia getooh, sapa tau diteliti ejaannya segala—ternyata cuma ngejogrok di meja sampe lusuh. terus pas presentasi, ternyata esai itu cuma dibolak-balik aja. uaaaghhh!!! jadi, susah payah selama ini, berwatt-watt listrik buat ngetik plus ngedit yang harusnya bisa buat nge-game (lhoh, kebalik ya? ;p), cuma buat dijogrokin aja gitu?
aaagh, gak seru nih pak-nya. feel ujian-nya gak dapet. masa ujian kayak maen-maen gitu, mana presentasinya tuh cuma semacam wawancara gak resmi yang bahasanya pun gak pake eyd. tau gitu mah ngapain repot dari dulu-dulu?
besoknya adalah… wha ini, ini dia si jali-jali… ini baru namanya ujian praktek, simpelnya ni, ujian prakteknya anak ipa ya dua hari ini, rabu sama kamis. yang paling bikin capek, stress, dan nervous. ini dia harinya ujian praktikum. bayangin aja, semua materi praktikum ipa dari kelas dua yang kalo ditotal ada berpuluh-puluh itu, harus diapalin semua, dari mulai judul, tujuan, dasar teori, langkah-langkah, analisis data, plus kesimpulan. kimia malah ada jawaban pertanyaannya segala. padahal yang kepake nantinya cuma masing-masing satu materi tiap pelajarannya. dan langsung bikin laporan begitu selesai ujian, dikasih waktunya cuma 30 menit pula.
ruwet ya? jadi gini, ujian pertama kan kimia. dari beratus anak seangkatan tuh dibagi jadi beberapa shift, istilahnya antrian ujian gitu, kan gak mungkin semuanya ujian bebarengan, secara lab-nya juga kan gak segede itu. tiap shift-nya ada 24 anak, dan gak semuanya dari kelas yang sama. pas udah sampe shift-ku, aku masuk bareng beberapa temen sekelas dan anak kelas ipa2 absen belakang. begitu masuk langsung disodorin kocokan, buat ngundi kita dapet jatah materi apa, sama siapa. waktu itu aku kebagian materi larutan elektrolit dan non-elektrolit, bareng sama seorang anak ipa2, namanya bagus. wuahahaha, alhamdulillah, kebagian materi yang gak susah, bareng sama anak olympiade biologi pula. biar jurusannya beda, gak pa-pa lah, itung-itung gelarnya yang mentereng sebagai anak olympiade sudah cukup membuktikan kalo dia kompeten (ceilahh). sakjane kita waktu itu sempet kepikiran buat langsung bikin laporan aja, wong gak usah praktikum aja kita udah apal hasilnya. NaCl, elektolit; NH3, non-elektrolit; gitu-gitu deh. tapi berhubung diliatin (ya iyalah, namanya juga ujian) ya udah deh, kita praktekkin. dan selesai dengan cukup sukses. lumayan deh, mission1: completed !
nah, mission 2 nih, yang paling ngrepotin. soalnya ujiannya individual, mana kita gak dikasih petunjuk apapun selain judul praktikum sama tabel data. dan, ingat, kita harus langsung bikin laporan begitu selesai, lengkap dengan minyak dan bawang goreng dasar teori dan analisis data dan perhitungan, sendiri-sendiri ya, gak kaya pas kimia. emang prospeknya cukup bikin keder. untungnya nih, aku dapet materi yang lumayang gak ribet, pembiasan cahaya, jadi tinggal ngukur-ngukur sudut aja. masalahnya, di laporan itu harus ada alat dan bahannya kan, padahal aku lupa semua itu namanya apa. meja kecil yang buat naruh kertas sama kaca apa tuh namanya? taktulis aja meja lintasan ;p, dan ternyata, yang bener tuh meja optik, gubrak. kebanyakan temenku juga mengalami masalah yang sama sih, tapi kalo dipikir-pikir, masa iya gak lulus ujian ini cuma gara-gara salah nulis nama meja?
yeah, gak masuk akal. semoga yang menilai sependapat. semoga.